Memahami Sejarah Dangdut Koplo Yang Populer Di Tanah Air

Dangdut merupakan genre musik paling populer di tanah air. Kemunculannya dipengaruhi oleh berbagai unsur. Sebagai bagian dari musik tradisional, menarik untuk memahami sejarah dangdut koplo dari awal.

Dangdut koplo sendiri merupakan bagian dari perkembangan musik tradisional tersebut. Istilah ini kental sekali dengan musik yang dibawa dari Jawa Timur. Sementara di kawasan lain, istilahnya berbeda dengan sentuhan yang berbeda pula.

Sebelum mengulas tentang sejarah dari dangdut koplo, ada baiknya Anda memahami tentang sejarah kemunculan musik ini. Jika Anda tertarik untuk mengenalnya, mari perhatikan informasinya berikut ini.

Asal Muasal Musik Dangdut
Sejarah mencatat bahwa dangdut muncul dan populer pada tahun 1950an. Musik ini awalnya dipengaruhi oleh musik dari India. Tepatnya ketika Ellya Khadam mempopulerkan dengan lagu Boneka India.

Setelah itu, muncul nama-nama baru yang menjadi cikal bakal dari dangdut. Di antaranya adalah Arafik dan Rhoma Irama. Untuk Rhoma Irama, kemunculannya pada tahun 1968 dengan sentuhan musik yang lebih ngerock.

Sementara Arafik sendiri lebih memilih gaya Rock n Roll. Ini ditunjukkan dengan gaya busananya yang mirip seperti Elvis Presley.

Semenjak itu, dangdut kian populer. Tokoh utama tersebut menjadi cikal bakal dari lahirnya musik yang merakyat.

Mengenai penyebutan dangdut sendiri, ini tidak lepas dari dentuman nada yang dihasilkan oleh Gendang dan Tabla. Kedua alat inilah yang sangat menonjol. Suara yang dihasilkan ialah dang-ding-dut.

Semakin populernya musik, penyebutannya dipersingkat dengan istilah Dangdut. Dan ini dikenal sampai saat ini.

Seiring dengan berjalannya waktu, musik ini lantas dipengaruhi oleh jenis musik lainnya. mulai dari pop, rock, langgam dan lain sebagainya. Perpaduan musik inilah yang lantas membuat musik tersebut tampak lebih berwarna sehingga muncul penyebutan baru tanpa menghilangkan pondasi nama dangdut.

Kemunculan Dangdut Koplo
Sejarah dangdut koplo sendiri baru muncul beberapa tahun belakangan. Nama yang populer dalam kans memperkenalkan kekhasan jenis ini adalah Via Vallen dan Nella Kharisma. Tentunya tanpa mengabaikan nama lain yang muncul bersamaan dengan kedua penyanyi tersebut.

Ciri khas dari dangdut koplo sendiri tampak terlihat pada dentuman bunyi dang yang lebih banyak. Dentumannya sekitar 2 kali, baru diselingi dengan dentuman nada dut di belakangnya.

Ritmenya juga lebih cepat. Ketika dibunyikan dan diharmonisasikan dengan bunyi lainnya, hasilnya seakan membuai pendengarnya.

Lantunan nada dari berbagai bunyi yang menghentak membuat orang ingin berjoget. Apalagi ditambah dengan sentuhan receh dari sorakan penyanyi. Contohnya ialah buka titik jos di sela-sela lagu.

Kekhasan ini tampaknya mulai dikenali oleh setiap masyarakat di tanah air. Hampir setiap pagelaran musik dangdut ditampilkan, sorakan pemecah suasana ini pasti didengungkan. Sontak penikmat music akan langsung menyahutinya dengan suara yang serentak.

Musik ini disebut koplo lantaran mengambil istilah dari pil koplo. Pil ini memberikan sensasi melayang dan murah. Tidak mengherankan jika musik ini lebih identik dengan musik yang murah, bisa dinikmati oleh siapa saja. Khususnya masyarakat menengah ke bawah.

Meskipun dikatakan seperti itu, nyatanya banyak juga kalangan atas yang menyukai musik tersebut. Bahkan, kepopuleran dari musik tradisional Indonesia ini sudah terdengar hampir ke seluruh penjuru dunia.

Ini dibuktikan dengan munculnya penyanyi dangdut baru yang ada di US. Ini tidak lepas dari ketertarikannya terhadap seni musik merakyat yang bisa dinikmati setiap kalangan.

Apapun itu, dangdut memang menjadi bagian dari ciri khas musik di tanah air. Sejarah dangdut koplo ini tidak lepas dari getolnya dalam mempresentasikan musik setiap waktu. Sampai akhirnya, musik ini diterima oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di tanah air.

Leave a Reply