Mengenal Lebih Dekat Tentang Gamelan Jawa Dan Fungsinya

Gamelan Jawa merupakan alat kesenian yang telah ada sejak puluhan abad silam. Eksistensinya masih terjaga. Bahkan, masih banyak yang menjaganya sehingga menjadi salah satu kekayaan budaya yang ada di tanah air.

Gamelan sendiri sangat erat dengan etnis Jawa. Gamelan ini menjadi alat kesenian terbaik dari masa ke masa. Alat ini dimainkan untuk mengiringi tarian, serta kesenian lain seperti wayang dan lain sebagainya.

Sebagai salah satu alat kesenian masyarakat Jawa, gamelan juga dimanfaatkan untuk berbagai hal. Di sini, kami akan menunjukkan fungsi gamelan. Tetapi sebelumnya, alangkah baiknya jika Anda mengenal sejarah Gamelan Jawa.

Sejarah Gamelan Jawa
Gamelan diambil dari kata gamel (bahasa Jawa). Ini berarti memukul atau menabuh. Sementara akhiran an diberikan supaya menjadi kata benda. Kemudian, ini dipahami sebagai seni menabuh/memukul benda.

Sejarah mencatat bahwa gamelan yang pertama ditemukan di Jawa adalah Gangsa Raras Salendro. Catatan ini dihimpun oleh Raden Ngabehi Prajapangrawit (1874).

Pada awalnya, gamelan ini diijazahkan oleh Sang Hyang Guru pada tahun 167. Ijazahnya berupa Swara Karenggeng Jagat. Dan ini didapatkan dari Gamelan Lokanata.

Dalam pertunjukannya, racikannya terdiri dari 5 bagian. Di antaranya adalah Maguru (Gong), Teteg (Kendang Agung), Pamatut (Kethuk), Sauran (Kenong), dan Gendhing (Kemanak).

Tahun 187, muncul swara Matenggeng Karna. Swara ini dinamai dengan Salendro. Karena dibuat oleh Sang Hyang Surendra/Indra. Pada tahun 336, Sang Hyang Indra menambahkan racikan gamelan dengan Kempul dan Gerantang (Gambang).

Gamelan Jawa ini terus diperdengarkan. Menjadi salah satu alat kesenian yang mendarah daging dalam kebudayaan Jawa. Ini dibuktikan dengan banyaknya relief yang melekat pada berbagai candi. Di antaranya adalah Candi Borobudur dan Prambanan.

Gamelan ini tampak tidak pernah mati. Meskipun tergerus oleh perkembangan zaman, gamelan masih bisa Anda temukan. Karena nilai sejarahnya sangat tinggi, serta masih banyak orang yang menyadari akan pentingnya identitas dan warisan dari masa lalu.

Fungsi Gamelan Jawa
Bicara mengenai fungsinya, gamelan tentunya tidak luput dari nilai sejarah bangsa. Dulunya, gamelan pernah dijadikan sebagai alat utama untuk berdakwah.

Beliaulah Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga yang memanfaatkannya. Beliau memanfaatkan kegemaran masyarakat Jawa akan gamelan untuk menyisipkan dakwah islam. Tentunya dengan cara ini, ajaran islam lebih mudah diterima sehingga tersebarlah Islam di Indonesia dengan cepat.

Selain sebagai media dakwah Islam, gamelan dulunya difungsikan sebagai penyajian berbagai gending. Mengenai pemanfaatan alatnya, ini disesuaikan dengan jenis gending yang disajikan.

Gending dengan volume keras nantinya tidak diiringi dengan beberapa alat. Alat musik yang dikecualikan untuk ditabuh adalah Gambang, Siter, Suling, Rebab dan Gender.

Sementara gending dengan volume pelan dan lirih, semua instrument akan ditabuh. Hanya saja, ada peralatan yang memang ditonjolkan dibanding lainnya. Di antaranya adalah Suling, siter, Gambang, Gender dan Rebab.

Selain sebagai media untuk penyaji gending, Gamelan juga berfungsi untuk sarana upacara penting. Mulai dari upacara keagamaan, sampai upacara penyambutan orang penting dan acara yang disakralkan.

Kesenian ini merupakan yang tertua yang diwariskan oleh masyakarat dari masa lampau. Kesenian ini juga mendapatkan perhatian dari masyarakat di dunia. Bahkan menjadi salah satu kesenian yang nilainya sangat mahal.

Sebagai bagian dari budaya, Unesco menobatkannya sebagai warisan budaya dunia. Dan gamelan ini tersebar hampir ke penjuru nusantara dengan nama yang berbeda. Mulai dari gamelan Sunda, Bali, sampai Gamelan Jawa.

Leave a Reply